Selasa, 23 Januari 2018

SOFIA KASE: JANGAN PERNAH MALU DENGAN BUDAYA SENDIRI

(Foto: Sofia Kase dengan balutan motif Amanatun, TTS)
Teropongdanil-Kupang- Budaya daerah merupakan identitas yang melekat pada setiap insan, hal itu yang membuat Sofia Kase menyebutkan jangan pernah malu dengan budaya sendiri.

"Kita punya cara masing-masing untuk memperkenalkan identitas daerah, intinya, jangan pernah malu dengan budaya sendiri" terang Sofi

Wanita Asal Timor Tengah Selatan (TTS), kelahiran kupang, 23 September 1991 itu dengan caranya memamerkan motif daerah, tenun ikat lewat akun instagram (@sovykase).
(SK membaluti dirinya dengan motif daerah asal)
Via WA (23/01), menambahkan, sudah dari kecil dia menyukai motif daerah asal, Amanatun. Sehingga tidak heran yang dipamerkan itu dari kampungnya.

"saya sudah suka motif daerah sejak kecil. Karena dari Amanatun, maka yang diposting juga semua asal dari kampung sendiri" imbuhnya

Selain mengajak untuk cinta budaya, dirinya juga ingin menunjukan kalau rajutan motif amanatun itu tidak kalah menarik dengan daerah-daerah lain.

"saya juga sebenarnya ingin menunjukan kepada publik kalau rajutan motif Amanatun itu tidak kalah menarik dengan daerah-daerah lain" tutup Sofi. (*DanilTakpala)

Jumat, 19 Januari 2018

VIA FB, FANMAKUNI UNGKAPKAN RASA KECAWANYA TERHADAP PEMDA

Putra daerah yang kini mengharumkan nama Alor NTT
Teropongdanil-Cina- Putra daerah, Marselius Fanmakuni yang kini mengharumkan nama Alor, Nusa Tenggara Timur di negeri Seberang, Cina, pada akun facebook (FB)-nya, mengungkapkan rasa kesal terhadap pemerintah daerah.
MF
Setelah di konfirmasi Via WA, ini balasannya: "Karena Berkat Tuhan, dan Beberapa Tahun Lalu saya bermain di Bola Di MU,Singapura,Malaysia, Pujih Tuhan Saya Tampil Bagus, sehingga saya di percayakan lagi untuk ke China Perwkln dri Ntt" copast

Menanggapi postingan di akun FB-nya. Ini yang dia Ungkapkan 
"Ow iya satu lagi kaka ini isi hati adik kk. Tapi sayang dari 2015-2017 Berbagai Prestasi yang adik Raih, Baik di Tingkat Kabupaten,Provinsi,Nasional,maupun internasional...apa yang adik dapat dari  Pemda: 0. Tida ada peratian dari pemda juga. itu yg adik kecewa"

Lihat selengkapnya

MAKLON MESTUNI: KENALI KAIN ADAT SEMBIHUTUS, HELONG NTT

Anak Daerah : Maklon Hatti Mestuni dengan motif daerah, Helong
Teropongdanil-Semau- SEMBIHUTUS Adalah Kain Adat Nusa Bungtilu atau lebih dikenal dengan pulau Semau. Pulau Semau adalah sebuah pulau kecil yang terletak di bagian barat pulau Timor.

Pulau ini terdiri atas dua pemerintahan kecamatan, yaitu kecamatan Semau (Utara) dan Kecamatan Semau Selatan. Pulau Semau termasuk pemerintahan Kabupaten Kupang.

Nusa Bungtilu adalah nama asli Pulau Semau. Itu memiliki arti sebagai Pulau Bunga Tiga Warna. Bunga di sini bukan bunga yang biasanya kita kenal, tetapi kapas yang dipakai untuk menenun kain adat. 

Adapun kain adat yang dipakai disini adalah kain yang dipakai untuk kegiatan adat tertentu. Ketiga warna tersebut adalah warna hitam, putih dan merah.
Anak Daerah : Maklon Hatti Mestuni dengan motif daerah, Helong

Nusa Bungtilu bisa juga disebut sebagi cikal bakal terbentuknya tenun adat dari beberapa suku di Nusa Tenggara Timur (NTT), dimana tiga warna yang dimaksud adalah tiga warna kain adat dari suku Helong (penduduk asli).

Kemudian ada juga suku Timor dan suku Rote. Untuk Suku Helong warna dominan kain adatnya adalah warna putih (di antara warna merah), dan Suku Timor warna dominan kain adatnya adalah warna merah. Sedangkan untuk kain adat Rote warna dominan adalah hitam.

Nusa Bungtilu bisa dibilang menampung beberapa suku. tetapi sebenarnya suku asli Pulau Semau atau Nusa bungtilu adalah Suku Helong. Sedangkan suku yang lain, banyak juga di Pulau Semau adalah Suku Rote.

Pulau Semau memiliki banyak sekali potensi yang sebenarnya belum dapat diperhatikan oleh pemerintah setempat. Tetapi walaupun demikian kalau diperhatikan lebih dekat maka potensi yang dimiliki pulau tersebut adalah kaya budaya karena terdiri atas beragam suku.

Bukan hanya itu, melainkan potensi yang lain pun sebenarnya ada disana. Itu adalah pertanian, peternakan dan kelautan.

By Anak Daerah : Maklon Hatti Mestuni dari Lokasi Desa Letbaun, Pulau Semau, Kupang, Nusa Tengga Timur. (*DanilTakpala)

Kamis, 18 Januari 2018

NOMLENI: DASAR BUDAYA ITU MILIKI NILAI YANG SANGAT TINGGI

Salam Budaya: Ci Nomleni dengan balutan motif TTS
Teropongdanil-Niki-niki- Wanita ini dikenal gencar memamerkan motif daerah asalnya, Timor Tengah Selatan (TTS) lewat akun facebook (FB)-nya. Via WA (18/01), dirinya menyebutkan dasar budaya itu memiliki nilai yang sangat tinggi, mahal harganya.

"Dasar budaya itu memiliki nilai yang sangat tinggi. Itu mahal harganya dan perlu di junjung tinggi. Dilihat dari sudut pandamng agama budaya itu adalah sebuah Anugerah yang dititip oleh Tuhan"

Pesan untuk para penenun, Nomleni berharap, mencinptakan sesuatu yang berguna untuk kebutuhan manusia sebab apa yang ada sekarang itu adalah anugerah. Tentunya dia mengajak, agar tidak siasiakan hal itu.

"Saya mengaplikasikan budaya disana (Boti dan Fatulopo) dengan benar. Artinya membuat dengan hati. Tuhan telah memberikan anugerah kepada setiap daerah, maka itu harus dijunjung tinggi sebab kalau bukan kita, siapa lagi??"

Hal itu sangat mendasari hidup Ci Nomleni sehingga tidak sedikitpun ia menodai motif daerahnya. Sangat terlihat jelas di akaun FB (Ci Nomleni), dia memamerkan hasil tenunan produk sendiri. Tidak heran dia mengedepankan budaya sebagai anugerah Tuhan.

"Saya coba menaplikasikan budaya disana untuk menjadikan sebuah tenunan. Tidak menghilangkan nilai pakaian adatnya. Saya coba memahimi suatu budaya itu dengan hati seperti yang terlihat di postingan FB. Budaya itu memang indah" terang Nomleni. 

Mendalam maknanya. Itulah hikma jika seseorang memahami betul budaya sebagai anugerah dari Tuhan. "Salam Budaya" Ci Nomleni

KENALI SI PARAS CANTIK YANG GENCAR POSTING MOTIF TTS

Si paras cantik dengan motif daerah TTS (Ci Nomleni)
Teropongdanil-Niki-niki- Sejak dibangku kulia, Si wanita berparas cantik ini sudah menyukai motif daerahnya dari Timor Tengah Selatan (TTS). Hal itu diaminkan dia dengan gencar memosting pada akun facebook (lihat akun, Ci Nomleni).

Wanita yang lahir diantara dua keluarga besar, Nomleni dan Bees itu lahir di niki-niki,18 Agustus 1993 silam dan diberi nama Norci Nomleni.
Anak bungsu (10) dari seorang ayah pensiunan telkom (Jermias Nomleni dari Boti) dan ibu rumah tangga (Maria Bees dari Fatulopo) itu sejak berumur 7 tahun, dia mulai masuk Sekolah Dasar di Inpres Ekpulen, Niki-niki. Selanjutnya Ci menamatkan diri pada jenjang SMP dan SMA Negri 1 Amanuban Tengah, Niki-niki.

Usai tamat SMA tahun 2010, Ci merantau selama 1 tahun ke pulau surga dunia Indonesia, Bali untuk mecari pengalaman dengan mengikuti kursus komputer.
Setelah itu, tahun 2012 Ci kembali ke kampung dan mengambil keputasan untuk kulia disalah satu kampus di kota kupang yaitu sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri.

Dari dunia kampus (usai wisuda 2016), Ci kembali ke kampung dan mulai terinspirasi untuk meniru tenunan dari kamupung Ibunya (Fatulopo). Yang menenun disana pun adalah saudari Maria Bees, ibunya.

Dari situ, Ci mulai mengumpulkan selimut dan sarung Boti juga fatulopo kemudian mencari ide untuk membuat suatu kreatifitas dengan rajutan tenunan motif daerah setempat.
Hingga terlihat pada akun facebooknya seperti sekarang, itu tidak luput dari bantuan kakak, Leta nomleni dan adik angkat, Astriliana manafe dalam memodifikasi pakian adat untuk dijadikan gaun atau dipakai untuķ pesta maupun gereja.

Karena memiliki segudang pengalaman, dirinya bukan saja mencantumkan motif pada pakaian, melainkan Ci memodifikasi sepatu bekas dengan tenunan, buatan secara manual.
Bagi Ci, pada akhirnya dia bisa menghasilkan kreatifitas juga lapanagn kerja baru walaupun tidak semewah, namun memuaskan dan sudah banyak dipesan hasil produk tersebut.

Perlu diketahui bahwa wanita yang gemar menyanyi ini pun tahun (2018), ahirnya dapat bekerja di kantor Depak TTS sebagai seorang penyuluh agama kristen.

Yang berminat dengan motif Timor, khusus Boti dan Fatulopo, silahkan menghubungi alamat dibawa ini, dia adalah adminnya.👇
Imel norcinomleni557@gmail.com
WA: 085337579718. (*DanilTakpala)

Minggu, 14 Januari 2018

DI KALIMANTAN, 4 WANITA ASAL FLORES TIDAK LUPA IDENTITAS DAERAH

(Stevani (Kanan) Petrin, Maria & Santia)
Teropongdanil-Kalimantan- Puluhan tahun berada di daerah orang. Hidup merantau dan mencari hidup. Jauh dari daerah asal, namun tidak lupa identitasnya. Begitulah kisah 4 wanita berdara Flores, NTT yang kini berada di Kalimantan Timur.

Via WA (14/01), salah satu diantara mereka, Stevani Mawe mengaku, sudah puluhan tahun mereka belum ke Flores, namun bukan berarti lupa budaya.

"Meski kaki dipijak ditanah orang, budaya asli tak pernah kami lupakan,, itu identitas. Salam_Flobamora dari kami Nona flores yang Stay di Kalimantam Timur" terang Stevani
Stevani
Wanita kelahiran Ende, 30 Agustus 1994 itu pun memperkanalkan nama 3 saudari lainnya: "Petrin Susantri Loda Lay (Samarinda 29 Juni 1993)"

"Maria Yubinita Sonata Lebi (Samarinda 3 oktober 2001) dan Maria Novita Santia Gale (Batu Majang 14 November 1998)"

Dirinya pun beralasan bahwa memakai baju adat krena cinta dan bangga terhadap budaya flores. Selain itu Dia berpesan, "Cintai Budaya mu" tutupnya. 

(*DanilTakpala)


Sabtu, 13 Januari 2018

LUNA MAU KASI TENAR PEREMPUAN ABUI PUNG PAKAIAN

Nona Luna dari Rusia (IwanNampira)

Teropongdanil-Takpala-Kalabahi-Ini khusus untuk para perempuan, Nona Luna dari Rusia Mau kasitau kita pakaian adat suku abui di Takpala, Alor NTT

Selain rambutnya digurau/dilepas ples alas kaki, Keng (Sarong) dilengkapi dengan Pakai/Fulak (Bakul tempat siri dan pinang), Awering (Muti pengikat kepala/sekarang daun Koli), Fok (Ikat pinggang wanita) dan Lasing (gelang kaki). ***(Danil)