Sabtu, 12 Mei 2018

Menemukan Penutur Terakhir Bahasa Abui

(Repost: 20 Agustus 2017 23:14 wib)
Kampung Takpala di kecamatan Alor Tengah Utara (ATU), didiami oleh suku Abui, suku dengan populasi terbesar di Kabupaten Alor. Dalam kesehariannya seluruh warga Kampung Takpala menggunakan Bahasa Abui untuk berinteraksi satu sama lain. 
(Repost: 20 Agustus 2017 23:14 wib)
Namun bahasa Abui sudah hampir punah karena tidak ada lagi sang pewaris tutur. Beruntung ada Danil, seorang pemuda Abui yang berupaya melestarikan aksara warisan nenek moyangnya. (SOF)

https://m.medcom.id/video/360/0KvGAvoN-menemukan-penutur-terakhir-bahasa-abui

Rabu, 09 Mei 2018

LESTARIKAN BAHASA DAERAH, INI PESAN ORANGTUA ABUI DI KUPANG

Foto: Matias Malaimakani (Tengah), Tertius Atalani (Kiri), & Danil (Kanan)
TEROPONGDANIL-Kupang- Melestarikan bahasa daerah merupakan kesadaran yang perlu diapresiasi. Itu disampaikan orangtua Alor, Matias Malaimakani saat ditemui peserta workshop internasional dalam pendokumentasian bahasa daerah di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 9 Mei 2018.

"melestarikan bahasa daerah itu merupakan kesadaran yang perlu diapresiasi"

Lebih jelas, dirinya menegaskan, generasi muda harus jadi ujung tombak agar bahasa daerah tidak punah

"anak muda itu harus jadi ujung tombak agar bahasa daerah tidak punah" tegas pensiunan guru ini

Dia pun memberi contoh, "anak saya Abraham dan Maria itu kalau di rumah, kami (dengan istrinya, Naomi Padakari) bicara pake bahasa Abui. Akhirnya mereka bisa"

Dibenarkan pensiunan kejaksaan tinggi negeri kupang, Tertius Atalani bahwa di rumah, kedua anak itu sering gunakan bahasa daerah (Abui) dengan kedua orangtuanya (Matias & Naomi).
Foto: Mama Herlofina Kalmata saat didokumentasi oleh Omi (Peserta)
Selain itu, bersama orangtua abui lainnya, Herlofina Kalmata dan Markus Melang berterima kasih kepada penyelenggara Workshop yang melirik bahasa daerah mereka (Abui). 
Foto: Bpk Markus Melang saat didokumentasi oleh Fivi (Peserta)
Perlu diketahui bahwa ada 7 group yang dibagi dalam penelitian lapangan, masing-masing 1. Rote (Tii), 2. Rote (Lole), 3. Amarasi (Nekmese), 4. Amarasi (Buraen), 5. Helong (Bolok), 6. Oesao (Termanu) dan 7. Abui (Kupang).
(Foto: Peneliti Lapangan group 7, Danil,  Nisa, Omi,  Leah, Fivi) 
Note: Kenali lebih dekat Kegiatan Workshop dibawa ini๐Ÿ‘‡

1. Foto di lapangan yang bisa dilihat:๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡
2. Foto saat pembekalan yang bisa dilihat๐Ÿ‘‡



Selasa, 08 Mei 2018

UKAW KUPANG ADAKAN WORKSHOP INTERNASIONAL BAHASA DAERAH NTT

(Foto: Saat Workshop berlangsung)
TEROPONGDANIL-Kupang- Dalam mendokumentasikan bahasa daerah di provinsi Nusa Tenggara Tumur (NTT), Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW), adakan workshop Internasional

Kegiatan yang melibatkan perwakilan daerah Alor Pantar, Rote, Sabu, Sumba, Kupang, daratan Timor, Flores Timur dan sejumlah mahasiswa/i dari Universitas Leiden serta Hawaii itu sudah berlansung sejak senin 7 Mei 2018.
(Foto: Saat perwakilan mahasiswa/i Leiden & Hawaii presentasi)
Prof. Marin Klamer yang memprakarsai kegiatan tersebut saat ditemui (08/05), menyebutkan "ini akan berlangsung selama satu minggu, yakni tanggal 7 - 13 mei mendatang"

Sedangkan menurut dekan UKAW, June Jacob  ini merupakan kegiatan yang dapat melatih mahasiswa/i dalam penggunaan alat rekam serta cara transkripsi yang baik ketika penelitian lapangan. Apa lagi ini berkaitan dengan budaya dan bahasa. Itu dibenarkan guru senior Amos Sir
(Foto: Saat melakukan perekaman)
"inikan momen dimana melatih katong pung mahasiswa/i dalam penggunaan alat rekam juga cara transkripsi yang baik ketika melakukan penelitian terhadap dong pung bahasa dan budaya sendiri to..!" terang June dengan logat Kupang Maley

Selain itu, dirinya juga menegaskan "agar kita lebih dekat dengan budaya dan bahasa lokal itu sendiri sebagai identitas diri karena bukan kita, siapa lagi yang mau teliti katong pu bahasa?" Imbuh June
(Selfi bersama sebelum meninggalkan ruangan Workshop)
Setelah dibekali dengan sejumlah materi, selanjudnya para mahasiswa/i akan terjun ke lapangan selama 3 hari (Rabu, kamis & Jumat), dan kembali ke tempat kegiatan, Lantai 2 kampus publik UKAW.

Itu masing-masing, Rote (Tii), Rote (Lole), Amarasi (Nekmese), Amarasi (Buraen), Helong (Bolok), Abui (Kupang) dan Oesao (Termanu) sebagai bentuk aktualisasi dari workshop

Perlu diketahui bahwa Workshop ini disponsor langsung oleh Netherlands Organisation for Scientific Research (NWO). (*Danil)

Rabu, 07 Februari 2018

KENALKAN MOTIF DAERAH TTS, TIA: INSPIRASI DATANG DARI NORCI

(Tia Tuke dengan balutan motif TTS)
Teropongdanil-Soe- Rupanya semangat anak muda dalam memperkenalkan motif daerah Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur makin mengundul. Hal itu dialami Tia Tuke yang mengaku terinspirasi ketika  melihat postingan-postingan Norci Nomleni via akun facebook (FB). 

"Ci Nomleni (nama pada akun FB Norci), merupakan salah satu perempuan TTS yang gemar memamerkan motif-motif daerah asalnya lewat medsos, sehingga tidak heran menjadi inspirasi tersendiri buat saya" terang Tia

Via WA (07/02), wanita kelahiran Oebello, Amanuban Selatan, 20 Agustus 1993 itu berpendapat bahwa apa yang dilakuka Nomleni saat ini, karna ia tidak ingin tenun dari daerahnya punah. Itu yang menjadi inspirasi tersendiri bagi Tia

"saya melihat, apa yang dilakuna Noci Nomleni menjadi inspirasi tersendiri sebab itu adalah bentuk kepedulian dan tidak ingin motif tenun daerah itu punah" imbuhnya
"saya pun kemudian terpanggil untuk memperkenalkan tenun motif daerah TTS via FB. Itu dimulai dari kampung halaman saya di Kecamatan Amanuban Selatan. (lihat akun FB Tia Nope)" imbuhnya

Selain itu, dirinya juga berharap tenun daerah TTS bisa dikenal masyarakat luas terutama mancanegara

"semoga tenunan dari daerah TTS ini dapat dikenal masyarakat luas terutama mancanegara"

Pesan buat anak muda umumnya dan khususnya TTS, Tia menyebutkan "saya mulai dari Amanuban, untuk itu, generasi muda tidak lagi malu-malu atau merasa kuno pamerkan motif daerah.
(*klik dibawa ini agar bisa kenal lebih dekat sosok Ci Nomleni๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡)
http://teropongdanil.blogspot.co.
(*DanilTakpala)

Minggu, 04 Februari 2018

RUPANYA PUNYA MAGNET SENDIRI, TAKPALA BIKIN PENASARAN ARIANI KAFOMAI

(Foto: Ariani Kafomai dengan busana adat Takpala)
Teropongdanil-Kalabahi- Obyek wisata Takpala yang terletak di Dusun II, Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU), Kabupaten Alor, NTT ini rupanya punya magnet tersendiri hingga buat penasaran Ariani Kafomai

Pasalnya, wanita berparas cantik ini sering melihat foto-foto yang keren via facebook dan instagram. Meskipun ber-KTP Alor, Ia belum perna menyentuh langsung suasana disana.

"saya lihat banyak orang foto-foto disitu. Pakai pakaian adat dan itu keren sekali. Makanya saya penasaran mau ke Takpala" ungkap wanita yang sering disapa Nini ini.
(Susunan rumah-rumah adat di Takpala)
Wanita kelahiran Atambua, 3 April 1995 ini, via WA (04/02), nampakanya puas setelah memenuhi undangan penasaeannya itu (03/02), kemarin.

Sesampainnya disana, "Takpala keren. Benara-benar masih terasa adatnya. Orangtua disana pun sangat welcome dan menambah kesejukan saat melihat rumah-rumah adat. Pokonya mantapla" Terang Nini

"Saya kira, tempat seperti ini harus terus dipelihara dan dijaga baik oleh pemerintah daerah agar tetap hidup. Ini adalah daya tarik wisata yang telah buat harum nama Nusa Kenari, Alor" tutup wanita yang bernama lengkapa, Ariani Paskalia Tahu Kafomai itu. (*DanilTakpala)

Koleksi Ariani๐Ÿ‘‡



Minggu, 28 Januari 2018

RUA IX PERMAPAR KUPANG AKHIRNYA SAMPAI TITIK PUNCAK

Foto usai rangkaian kegiatan RUA IX PERMAPAR-KPG
Teropongdanil-Kupang- Rapat umum anggota (Rua), persatuan mahasiswa pantar (Permapar), kupang yang dimulai sejak (26-28/01), akhirnya sampi titik puncak.

Pada penghujung Rua (29/01), terpilih pucuk pimpinan baru yang akan menahkodai roda organisasi Permapar selama satu masa bakti kedepan (satu tahun, 2018-2019).

Hasil pemilihan itu berhasil menetapkan Rofinus Kamba (Ketum), Stefanus Lily Mau (Sekum) dan Finch Diana Pandu (Bendum).

Usai rangkaian kegiatan tersebut, dilanjutkan dengan ramatama dan acara bebas yang dibalut dalam tarian lego-lego bersama. (*DanilTakpala)

Jumat, 26 Januari 2018

PERMAPAR KUPANG SELENGGARAKAN RUA IX DAN DIES NATALIS X

Foto saat John E Blegur Membuka Kegiatan
Teropongdanil-Kupang- Persatuan Mahasiswa Pantar Kupang (PERMAPAR-KPG) selenggarakan Rapat Umum Anggota (RUA) IX dan Dies Natalis X di Aula asrama mahasiswa pemerintah kabupaten Alor, jumat, 26 januari 2018.
Foto saat Aleta Baun membawakan sambutan
Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh orangtua pantar, yang juga pemilik sanggar alor KULIGGANG di kupang, John Ena Blegur. Itu dihadirih sejumlah anggotan PERMAPAR juga ormawa lain serta para senior dan anggota komisi III DPR Provinsi NTT, Aleta Baun yang menghadiri undangan. (*DanilTakpala)