Rabu, 07 Februari 2018

KENALKAN MOTIF DAERAH TTS, TIA: INSPIRASI DATANG DARI NORCI

(Tia Tuke dengan balutan motif TTS)
Teropongdanil-Soe- Rupanya semangat anak muda dalam memperkenalkan motif daerah Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur makin mengundul. Hal itu dialami Tia Tuke yang mengaku terinspirasi ketika  melihat postingan-postingan Norci Nomleni via akun facebook (FB). 

"Ci Nomleni (nama pada akun FB Norci), merupakan salah satu perempuan TTS yang gemar memamerkan motif-motif daerah asalnya lewat medsos, sehingga tidak heran menjadi inspirasi tersendiri buat saya" terang Tia

Via WA (07/02), wanita kelahiran Oebello, Amanuban Selatan, 20 Agustus 1993 itu berpendapat bahwa apa yang dilakuka Nomleni saat ini, karna ia tidak ingin tenun dari daerahnya punah. Itu yang menjadi inspirasi tersendiri bagi Tia

"saya melihat, apa yang dilakuna Noci Nomleni menjadi inspirasi tersendiri sebab itu adalah bentuk kepedulian dan tidak ingin motif tenun daerah itu punah" imbuhnya
"saya pun kemudian terpanggil untuk memperkenalkan tenun motif daerah TTS via FB. Itu dimulai dari kampung halaman saya di Kecamatan Amanuban Selatan. (lihat akun FB Tia Nope)" imbuhnya

Selain itu, dirinya juga berharap tenun daerah TTS bisa dikenal masyarakat luas terutama mancanegara

"semoga tenunan dari daerah TTS ini dapat dikenal masyarakat luas terutama mancanegara"

Pesan buat anak muda umumnya dan khususnya TTS, Tia menyebutkan "saya mulai dari Amanuban, untuk itu, generasi muda tidak lagi malu-malu atau merasa kuno pamerkan motif daerah.
(*klik dibawa ini agar bisa kenal lebih dekat sosok Ci Nomleni👇👇)
http://teropongdanil.blogspot.co.
(*DanilTakpala)

Minggu, 04 Februari 2018

RUPANYA PUNYA MAGNET SENDIRI, TAKPALA BIKIN PENASARAN ARIANI KAFOMAI

(Foto: Ariani Kafomai dengan busana adat Takpala)
Teropongdanil-Kalabahi- Obyek wisata Takpala yang terletak di Dusun II, Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU), Kabupaten Alor, NTT ini rupanya punya magnet tersendiri hingga buat penasaran Ariani Kafomai

Pasalnya, wanita berparas cantik ini sering melihat foto-foto yang keren via facebook dan instagram. Meskipun ber-KTP Alor, Ia belum perna menyentuh langsung suasana disana.

"saya lihat banyak orang foto-foto disitu. Pakai pakaian adat dan itu keren sekali. Makanya saya penasaran mau ke Takpala" ungkap wanita yang sering disapa Nini ini.
(Susunan rumah-rumah adat di Takpala)
Wanita kelahiran Atambua, 3 April 1995 ini, via WA (04/02), nampakanya puas setelah memenuhi undangan penasaeannya itu (03/02), kemarin.

Sesampainnya disana, "Takpala keren. Benara-benar masih terasa adatnya. Orangtua disana pun sangat welcome dan menambah kesejukan saat melihat rumah-rumah adat. Pokonya mantapla" Terang Nini

"Saya kira, tempat seperti ini harus terus dipelihara dan dijaga baik oleh pemerintah daerah agar tetap hidup. Ini adalah daya tarik wisata yang telah buat harum nama Nusa Kenari, Alor" tutup wanita yang bernama lengkapa, Ariani Paskalia Tahu Kafomai itu. (*DanilTakpala)

Koleksi Ariani👇



Minggu, 28 Januari 2018

RUA IX PERMAPAR KUPANG AKHIRNYA SAMPAI TITIK PUNCAK

Foto usai rangkaian kegiatan RUA IX PERMAPAR-KPG
Teropongdanil-Kupang- Rapat umum anggota (Rua), persatuan mahasiswa pantar (Permapar), kupang yang dimulai sejak (26-28/01), akhirnya sampi titik puncak.

Pada penghujung Rua (29/01), terpilih pucuk pimpinan baru yang akan menahkodai roda organisasi Permapar selama satu masa bakti kedepan (satu tahun, 2018-2019).

Hasil pemilihan itu berhasil menetapkan Rofinus Kamba (Ketum), Stefanus Lily Mau (Sekum) dan Finch Diana Pandu (Bendum).

Usai rangkaian kegiatan tersebut, dilanjutkan dengan ramatama dan acara bebas yang dibalut dalam tarian lego-lego bersama. (*DanilTakpala)

Jumat, 26 Januari 2018

PERMAPAR KUPANG SELENGGARAKAN RUA IX DAN DIES NATALIS X

Foto saat John E Blegur Membuka Kegiatan
Teropongdanil-Kupang- Persatuan Mahasiswa Pantar Kupang (PERMAPAR-KPG) selenggarakan Rapat Umum Anggota (RUA) IX dan Dies Natalis X di Aula asrama mahasiswa pemerintah kabupaten Alor, jumat, 26 januari 2018.
Foto saat Aleta Baun membawakan sambutan
Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh orangtua pantar, yang juga pemilik sanggar alor KULIGGANG di kupang, John Ena Blegur. Itu dihadirih sejumlah anggotan PERMAPAR juga ormawa lain serta para senior dan anggota komisi III DPR Provinsi NTT, Aleta Baun yang menghadiri undangan. (*DanilTakpala)

Selasa, 23 Januari 2018

SOFIA KASE: JANGAN PERNAH MALU DENGAN BUDAYA SENDIRI

(Foto: Sofia Kase dengan balutan motif Amanatun, TTS)
Teropongdanil-Kupang- Budaya daerah merupakan identitas yang melekat pada setiap insan, hal itu yang membuat Sofia Kase menyebutkan jangan pernah malu dengan budaya sendiri.

"Kita punya cara masing-masing untuk memperkenalkan identitas daerah, intinya, jangan pernah malu dengan budaya sendiri" terang Sofi

Wanita Asal Timor Tengah Selatan (TTS), kelahiran kupang, 23 September 1991 itu dengan caranya memamerkan motif daerah, tenun ikat lewat akun instagram (@sovykase).
(SK membaluti dirinya dengan motif daerah asal)
Via WA (23/01), menambahkan, sudah dari kecil dia menyukai motif daerah asal, Amanatun. Sehingga tidak heran yang dipamerkan itu dari kampungnya.

"saya sudah suka motif daerah sejak kecil. Karena dari Amanatun, maka yang diposting juga semua asal dari kampung sendiri" imbuhnya

Selain mengajak untuk cinta budaya, dirinya juga ingin menunjukan kalau rajutan motif amanatun itu tidak kalah menarik dengan daerah-daerah lain.

"saya juga sebenarnya ingin menunjukan kepada publik kalau rajutan motif Amanatun itu tidak kalah menarik dengan daerah-daerah lain" tutup Sofi. (*DanilTakpala)

Jumat, 19 Januari 2018

VIA FB, FANMAKUNI UNGKAPKAN RASA KECAWANYA TERHADAP PEMDA

Putra daerah yang kini mengharumkan nama Alor NTT
Teropongdanil-Cina- Putra daerah, Marselius Fanmakuni yang kini mengharumkan nama Alor, Nusa Tenggara Timur di negeri Seberang, Cina, pada akun facebook (FB)-nya, mengungkapkan rasa kesal terhadap pemerintah daerah.
MF
Setelah di konfirmasi Via WA, ini balasannya: "Karena Berkat Tuhan, dan Beberapa Tahun Lalu saya bermain di Bola Di MU,Singapura,Malaysia, Pujih Tuhan Saya Tampil Bagus, sehingga saya di percayakan lagi untuk ke China Perwkln dri Ntt" copast

Menanggapi postingan di akun FB-nya. Ini yang dia Ungkapkan 
"Ow iya satu lagi kaka ini isi hati adik kk. Tapi sayang dari 2015-2017 Berbagai Prestasi yang adik Raih, Baik di Tingkat Kabupaten,Provinsi,Nasional,maupun internasional...apa yang adik dapat dari  Pemda: 0. Tida ada peratian dari pemda juga. itu yg adik kecewa"

Lihat selengkapnya

MAKLON MESTUNI: KENALI KAIN ADAT SEMBIHUTUS, HELONG NTT

Anak Daerah : Maklon Hatti Mestuni dengan motif daerah, Helong
Teropongdanil-Semau- SEMBIHUTUS Adalah Kain Adat Nusa Bungtilu atau lebih dikenal dengan pulau Semau. Pulau Semau adalah sebuah pulau kecil yang terletak di bagian barat pulau Timor.

Pulau ini terdiri atas dua pemerintahan kecamatan, yaitu kecamatan Semau (Utara) dan Kecamatan Semau Selatan. Pulau Semau termasuk pemerintahan Kabupaten Kupang.

Nusa Bungtilu adalah nama asli Pulau Semau. Itu memiliki arti sebagai Pulau Bunga Tiga Warna. Bunga di sini bukan bunga yang biasanya kita kenal, tetapi kapas yang dipakai untuk menenun kain adat. 

Adapun kain adat yang dipakai disini adalah kain yang dipakai untuk kegiatan adat tertentu. Ketiga warna tersebut adalah warna hitam, putih dan merah.
Anak Daerah : Maklon Hatti Mestuni dengan motif daerah, Helong

Nusa Bungtilu bisa juga disebut sebagi cikal bakal terbentuknya tenun adat dari beberapa suku di Nusa Tenggara Timur (NTT), dimana tiga warna yang dimaksud adalah tiga warna kain adat dari suku Helong (penduduk asli).

Kemudian ada juga suku Timor dan suku Rote. Untuk Suku Helong warna dominan kain adatnya adalah warna putih (di antara warna merah), dan Suku Timor warna dominan kain adatnya adalah warna merah. Sedangkan untuk kain adat Rote warna dominan adalah hitam.

Nusa Bungtilu bisa dibilang menampung beberapa suku. tetapi sebenarnya suku asli Pulau Semau atau Nusa bungtilu adalah Suku Helong. Sedangkan suku yang lain, banyak juga di Pulau Semau adalah Suku Rote.

Pulau Semau memiliki banyak sekali potensi yang sebenarnya belum dapat diperhatikan oleh pemerintah setempat. Tetapi walaupun demikian kalau diperhatikan lebih dekat maka potensi yang dimiliki pulau tersebut adalah kaya budaya karena terdiri atas beragam suku.

Bukan hanya itu, melainkan potensi yang lain pun sebenarnya ada disana. Itu adalah pertanian, peternakan dan kelautan.

By Anak Daerah : Maklon Hatti Mestuni dari Lokasi Desa Letbaun, Pulau Semau, Kupang, Nusa Tengga Timur. (*DanilTakpala)