Sabtu, 13 Januari 2018

POPULERKAN IDENTITAS DAERAH, JESSICA SIMSON PAKAI SELENDANG ALOR

(Jessica Simson dengan balutan motif Alor NTT)
Teropongdanil-Jakarta- Banyak cara untuk memperkenalkan tenun ikat Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai identitas. Kali ini wanita berparas cantik populerkan identitas NTT lewat selendang Alor.
Dia adalah Jessica Simson. Via WA (13/01), malam, wanita kelahiran  Larantuka, 04 Maret 1999 itu mengaku bangga karena bisa pakai selendang asal NTT.
"Itu ciri khas kita, dan pastinya sangat bangga kalau pakai selendang asal alor NTT" terang dia yang saat ini kerja di Bandara Soetta terminal 2D handle Pesawat Cathay Pacific dari Hong Kong
Dirinya juga sangat percaya diri dengan selendang dimaksud. Baginya, itu cara dia memperkenalkan motif NTT di daerah orang. (*DanilTakpala)

Kamis, 11 Januari 2018

KUNJUNGI TAKPALA, SANNY KAMENGMAU: BUDAYA TAKPALA HARUS TERUS DIPELIHARA

Lokasi: Kampung Adat Takpala (Sanny, Abner & Danil)
Teropongdanil-Takpala-Kalabahi- Siapa tak tahu pengusaha sukses asal Alor, Sanny Kamengmau, dirinya sebut, budaya takpala harus terus dipelihara. 

"budaya takpala itu terus dipelihara. Kampung ini sudah tersohor dipelosok Dunia, tentunya kearifan lokal itu yang dicari" terang Sanny

Hal itu disampaikan Sanny saat berkunjung ke takpala, (11/01), sore. 

"saya terpanggil ketika adik @danil.takpala (nama FB & instagram) sering mempromosikan kampung adat ini" imbuh Sanny

Dia juga mendukung anak muda yang punya potensi mempromosikan kampung halaman. 

"saya siap mendukung anak muda yang punya petensi mempromosikan kampung" tutup Sanny

Sementara itu, Abner Yetimauh, tua adat di takpala, sangat bersyukur karena ucapan anak Sanny

"kami di kampung sangat senang karena anak Sanny mau mendukung anak yang punya kemampuan" perciknya

Dirinya juga berharap, anak Sanny (sebutan Abner) tidak lupa kampung ini (Takpala).

Note:
Kampung tradisional takpala, terletak di Dusun II, Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Alor NTT. 

Penasaran dengan Kampung itu???? 
Silahkan berkunjung....!! 

Sanny Kamengmau adalah Pengusaha Sukses di Daerah Orang, Bali City. Jika perna dengar Tas merek #Romita, itulah adminnya

Minggu, 07 Januari 2018

KUNJUNGI TAKPALA, INI YANG DIKATAKAN GUALTHY MANIKARI

Mengenakan busana adat Takpala (Gualthy A Manikari)
Teropongdanil-Kalabahi- Saat mengunjungi kampung adat Takpala (03/01), membuat Gualthy Ariance Manikari merasa senang karena bisa melihat langsung kampung adat yang masih tradisional. 

"siapa yang belum kenal Takpala? Dunia juga tau kampung adat takpala. Saya senang bisa sampai disini dan melihat langsung suasana tradisional" katanya

Wanita kelahiran Fanating, 24 januari 1996 itu mengaku "Awalnya kenal takpala dari akun facebook dan Instagram @Danil.Takpala" 


Kedepan, dia mengharapkan Takpala menjadi lebih indah lagi. Tata dan kelola sebaik mungkin agar keasliannya terus dijaga sampai anak cucu nanti.

"Rumah adat, lego-lego dan suasana kampung terus dipelihara, buat indah lagi yang masi kurang tapi jangan menghilangkan nilai budaya. Semua untuk anak cucu yang akan datang" tutup Gualthy. **(DanilTakpala) 

DI TAKPALA, DELA NITSAE: PANTAS SAJA ORANG RAMAI DATANG

Dela Nitsae dengan busana adat Abui di Takpala
Teropongdanil-Kalabahi- Memiliki rumah-rumah adat yang unik dan suasana kampung yang sederhana serta masih kental dengan budaya daerah, membuat wanita asal TTU menyebutkan, "pantas saja orang ramai datang di Takpala"

"Pantas saja orang ramai datang di Takpala. Rumah adat dan suasana diperkampungan ini sederhana dan masih tradisional. Identitas kedaerahan itu nampak" percik Dela
Susunan rumah-rumah adat di Takpala
Sejak Sabtu, 30 desember 2017 lalu, menjadi hari perdana wanita kelahiran Kefa, 7 april 1992 itu menyentu kakinya di Takpala. 

"dari 2010, saya sudah sering melihat kampung takpala di Medsos namun hari ini menjadi sejarah dalam hidup. Akhirnya sampai juga" terang Dela

Ditambahkan, dirinya juga tidak sangka hari ini bisa ke takpala. Kebetulan, kenal Yober Tombang, makanya disini sekarang" imbuh alumni Undana kupang 2015 itu
Dela dan sahabatnya, Sela Loban
Selain rumah adat (gudang/lopo) dia juga tertarik dengan pakaian adatnya "sangat keren apalagi dilengkapi dengan aksesorisnya" kata Dela

Dirinya berharap bisa ke Takpala lagi. "jujur saya senang disini dan berharap bisa kesini lagi" tutupnya.**(DanilTakpala)

Rabu, 03 Januari 2018

TAKPALA DALAM GAMBAR

(Alumni SMANDU Kalabahi dengan busana adat Takpala, Alor NTT)
Teropongdanil- Kalabahi- Kampung tradisional Takpala terletak di Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU). Tepatnya di Dusun II, RT 06/RW 03, Desa Lembur Barat.
Anda yang hendak berkunjung, khusus diluar pulau alor, bisah via penerbangan maupun jalur laut.

Dari kupang, anda akan tiba di bandara Mali. Setelah itu, dengan Travel menuju lokasi dengan jarak sekitar 17 menit.
Jika via laut, anda akan tiba di pelabuhan kalabahi kemudian menggunakan travel atau ojek (motor), jarak tempu sekitar 30 menit sampai ke lokasi.
Poli Hiyetingkai



Senin, 01 Januari 2018

RIZAL: NUANSA EKSOTIS TAKPALA RUBAH JARAK PANDANG

Foto: Busana Adat Takpala (Rizal, kiri)
Teropongdanil-Kalabahi- Kampung yang sudah tersohor dimata dunia dengan tarian lego-lego, cakalele dan busana adatnya ini, selasa, 2 Januari 2018 sore, saat kunjungan bersama beberapa teman, Rizal Plaikari sebut "eksotis Takpala merubah jarak pandang"

Hal itu disampaikan Rizal karena menurutnya banyak orang lebih menikmati suasana global dibandingkan yang ada di perkampungan. 

"Kebanyakan maunya itu ikut zaman now, namun setelah sampai disini (Takpala), suasananya bedah. Seperti terpanggil begitu" ucap Rizal

"disini sangat alamia, saya terpanggil, bahwa budaya sebagai identitas itu seharusnya dicintai generasi muda. Setidaknya dapat mengimbangi pergeseran akibat zaman now" imbuhnya

Dijelaskan Rizal "mempertahankan rumah-rumah adat kemudia ketergantungan yang masi dengan alam itu luar biasa"

Baginya, susah untuk dijelaskan namun dia berharap lebih banyak datang itu bagus. Biar ada pembelajaran bagaimana hidup dengan budaya"

Tidak dijelaskan secara rinci namun dirinya berharap tidak datang sekedar foto-foto lalau pergi, namun setidaknya mengetahui kehidupan budaya di takpala seperti apa "maksudnya, agar kita bisa belajar dari situ"

Perludiketahui bahwa, dalam foto tersebut, selain Rizal,  ada juga Astuti, Oa komanireng, Imakulata, Hilda, Musa dan Jeck. **(DanilTakpala)

MISA TAHUN BARU, SEKAMI STASI TAKALELANG TAMPIL BEDA

SEKAMI Takalelang (Yufin)
Teropongdanil-Kalabahi- Memasuki tahun yang baru, umat katolik sedunia rayakan misa. Kali ini ada yang beda dengan umat di stasi takalelang, dimana Serikat Kepausan Anak-anak Misioner (SEKAMI), tampil beda dalam perayaan itu. 

Misa yang dipimpin oleh Pastor paroki Yesus Gembala Yang Baik, Kalabahi, Alor NTT, Rm Marselinus Seludin pagi tadi (01/01), itu dimeriahkan oleh koor dari SEKAMI. Yang beda adalah mereka menggunakan busana adat kampung tradisional takpala. 

Usai misa, pastor paroki menerangkan, bukan saja suara namun penampilan SEKAMI ini harus tampil di Kalabahi (Pusat Paroki), "Penampilan SEKAMI ini harus tampil di kalabahi satu saat. Bukan hanya suara namun busana takpala bikin warna dalam perayaan misa" Terang Marselinus

Disamping itu, Ance Fantang selaku pelatih koor sangat puas dengan penampilan SEKAMI dan pujian dari umat juga pastor paroki sendiri semoga mereka termotifasi. Dirinya pun senang karena mereka tapil beda dalam perayaan misa. 

"saya senang karena SEKAMI tadi tampil beda. Suara dan penampilannya dipuji oleh umat dan juga Rm Marsel. Diharapkan menjadi motivasi tersendiri untuk mereka" imbuh Ance. **(DanilTakpala)